Alkisah suatu negeri
Berbagi dunia dengan kita kini
Satu sama lain menyahut “saudaraku”
Satu sama lain menyebut “dosamu, masa lalu”
Tanah kering menjadi hijau merdu
Berpupuk kasih dan sabar akan waktu
Menjelma duka dan amarah menjadi petuah
Menulari mereka yang terjangkit luka yang sama
Orang-orang tua dilindungi
Ilmu, riwayat, dan segala warisannya
Anak-anak muda diberkati
Nurani, badan, akal, segala tindakannya
Menghormati hujan dan matahari
Memberi arti tiap nyawa tanpa kecuali
Alkisah, seindah itu suatu negeri
Berbeda meski berbagi dunia dengan kita kini
Meski negeri itu sudah tak ada lagi
Dibantai tamak dibakar benci
Terusir hina dari tanahnya sendiri
Oleh segala kerendahan hati
Yang ditafsirkan berarti kelemahan diri
Karena meremehkan mereka
Yang tak peduli akan hujan dan matahari
they picked the cotton that saved the world. that picked cotton propelled u.s. economy; a unique capitalist setup. (though anglo saxon colonizers are not unique.) so many pop stars and hip hop billboard mainstays trumpet u.s. capitalism ad nauseam; or escapism & distraction.
"Don't Die," also powerful.
"i don't believe they lies. don't believe their truth, need they heads for proof" -- that's direct and powerful.
the violinist Saydah Ruz stands out here, i think. Jeremy Leaming
The Indonesian duo unspools an apocalyptic story about greed, hatred, and destruction, contrasting catchy hooks with ominous noise. Bandcamp Album of the Day Feb 19, 2021
Indonesian harsh noise outfit Bergegas Mati collaborate with Hijokaidan's Junko Hiroshige for an eardrum-piercing, corrosive listen. Bandcamp New & Notable Apr 21, 2020